Pembangunan Jembatan Elevatef Nakau-Air Sebakul Senilai Rp 18,5 M Terus Dipacu

Ekonomi & Bisnis Featured

RBO >>>  BENGKULU >>>  Pengerjaan pembangunan jembatan elevated atau Bengkulu Outer Ring Road (BORR) Nakau – Air Sebakul yang dimulai sejak Mei lalu terus dikebut. Jembatan elevated yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 18,5 miliar ini, sudah nampak penyelesaian pembangunan awal. Beton penyangga hampir selesai. Ini juga diakui oleh Pelaksana dari kontraktor jembatan elevated Nakau-Air Sebakul, Muslim Bukhari.
“Kita mulai sejak Mei kemarin. Ini diperkirakan sudah sampai 60 persen lah. Targetkan kita kan, tanggal 15 Desember harus sudah selesai,” paparnya kepada radarbengkuluonline.com tadi siang.

Meskipun masih dalam pandemi Covid-19, dan beberapa bulan terakhir cuaca di Bengkulu tidak kondusif, ia mengaku  pengerjaan ini dilakukan sesuai tupoksi. Serta untuk, beberapa faktor keamanan bagi pekerja tetap diutamakan. “Kendalanya, Alhamdulillah gak ada, jadi lancar.”

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, Ir. Mulyani menjelaskan sebelum, proyek pembangunan jembatan elevated ini membelah kawasan Cagar Alam (CA) Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) yang dimulai dari Simpang 4 Nakau hingga Simpang 4 Air Sebakul sepanjang 5,8 Km. “Target selesai, tetap sesuai dengan jadwal awal, yakni 31 Desember 2021. Dari informasi kawan- kawan balai jalan, direncanakan saat selesai tepat waktu, maka pekan pertama tahun depan sudah bisa dilewati,” jelasnya ditemui  Kamis (14/10).

Diakuinya, memang sempat tertunda dari 4 tahun lalu, pengerjaan BORR Nakau – Air Sebakul, jembatan elevated yang menghubungkan kawasan Simpang Empat Nakau hingga Air Sebakul juga sudah memperoleh izin. Pasalnya, masuk dalam kawasan Cagar Alam (CA) Danau Dendam Tak Sudah (DDTS).
“Karena kendala perizinan kan, hampir 4-5 tahun tertunda. Alhamdulillah tahun ini sudah dikerjakan. Semoga Desember nanti, bisa selesai sesuai target,” paparnya.

Dijelaskannya, dari sisi perizinan juga sudah clear. Dari sisi pendanaan juga sudah siap dan ditargetkan rampung pada akhir tahun ini. Bahkan untuk Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) mendapatkan izin pembangunan, mengingat jembatan ini membelah cagar alam Danau Dendam Tak Sudah. Di 2019 kembali mulai dikerjakan, namun ada sedikit perubahan akibat situasi kondisi lahan, sehingga ada perubahan perhitungan anggaran,” imbuhnya.

Sesuai dengan instruksi Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah bahwa apabila jembatan elevated tersebut rampung, maka dipastikan akan mempermudah mobilitas dan diakses masyarakat. Sehingga, berdampak positif bagi kemajuan daerah. Juga terhubung dengan gerbang pintu masuk tol di Air Sebakul. (Bro)

BERBAGI: