Saat Reses, Zulasmi Octarina Diundang Masyarakat Panen Raya

Featured Politik

RBO >>>  BENGKULU >>> Pada masa sidang ketiga tahun 2021, Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Zulasmi Octarina SE melaksanakan kegiatan jemput aspirasi lewat kegiatan reses yang berlangsung sejak tanggal 5 sampai 9 Oktober. Dari lima titik kegiatan reses yang dilakukan oleh politisi cantik Partai NasDem itu, dia banyak menerima aspirasi masyarakat Kabupaten Lebong serta diajak untuk ikut menghadiri kegiatan panen raya. “Banyak aspirasi yang disampaikan oleh perwakilan masyarakat. Mulai dari Desa Tbeak Dipoa. Desa Tabeak Kauk. Kemudian Embong Uram dan Embong Kota Baru. Diantaranya seperti terkait saluran irigasi pertanian sawah. Lalu soal infrastruktur jalan, serta tentang penanganan Covid 19,” ungkap Zulasmi Octarina kepada radarbengkuluonline.com tadi pagi.

Untuk itu, dari berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat, termasuk seperti kebutuhan petani akan pupuk, lalu pendidikan gratis yang menjadi janji kampanye Gubernur serta Wakil Gubernur Bengkulu disampaikan oleh masyarakat.

“Seluruh aspirasi ini akan saya sampaikan saat paripurna laporan reses. Dan kita berharap yang memang menjadi kebutuhan  masyarakat seperti perbaikan jalan hendaknya dapat menjadi program prioritas pemerintah ke depannya. Selain itu, untuk aspirasi yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, ini akan saya sampaikan pada kawan- kawan anggota Fraksi NasDem Kabupaten Lebong untuk kedepan dapat dijadikan program kerja Pemda Kabupaten Lebong kedepannya,” terang politisi yang juga Owner Rizky Celluler tersebut.

Selain itu, disela-sela kegiatan reses, Zulasmi Octarina juga mendapat kesempatan hadir dalam kegiatan panen raya yang dihadiri langsung oleh Bupati Lebong, Kopli Ansori SE. “Kemarin saya juga sempat diundang mengikuti kegiatan panen raya. Dimana panen raya itu merupakan TMT kedua tahun 2021 ini dan para petani Lebong telah membuktikan. Meskipun ditengah pandemi, aktivitas mereka bercocok tanam tidak terpengaruh. Bahkan mereka bisa panen dua kali dalam setahun. Ini menurut saya tentu menjadi pencapaian yang luar biasa dan patut untuk kita syukuri. Dengan panen dua kali setahun, maka selain ekonomi petani meningkat, juga akan berdampak terhadap ketahanan pangan daerah terhadap komoditas pertanian beras.”  (idn)

BERBAGI: