Tanpa APBD, Bunga Bugenvil Perindah Kota Manna

Bengkulu Selatan Featured

RBO >>>  MANNA >>>   Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK)  Bengkulu Selatan,  Ir. Jonior Hafis MP mengatakan, bahwa  untuk menciptakan keindahan  kota dengan berbagai tanaman bunga  disepanjang jalan jalur dua di Kota Manna, yaitu dari Kantor Bupati sampai ke Desa Kurauan, itu dilakukan tanpa menggunakan satu sen pun dana dari APBD Bengkulu Selatan.

“Bunga bugenvil yang kita tanam sepanjang jalan itu adalah   hasil pembibitan yang kita lakukan sendiri di dalam polybag. Setelah bugenvil ini dianggap  bisa hidup, kita tanam sepanjang jalan tadi. Jumlahnya ada sebanyak 750 batang, ” ucap Jonior saat ditemui radarbengkuluonline.com di  ruang kerjanya tadi siang.

”Kalau  bibit bunga bugenvil ini dianggarkan dalam APBD, itu dananya besar juga. Kalau dihitung satu bibit saja dianggap Rp 20.000 saja, sudah berapa anggaran yang harus dikeluarkan.”

Pihaknya, lanjutnya, hanya mengeluarkan biaya untuk membeli polybag saja. Sedangkan tanahnya, mencari disisa – sisa pembakaran sampah. Walaupun pembibitannya terkesan asal – asalan, tukasnya, tetapi bunga yang di tanam ini lumayan juga. Bunga tersebut sudah bisa memperindah Kota Manna. Bahkan saat ini pihaknya terus membuat pembibitan bunga bugenvil lagi sebanyak 450 batang. Ini  nantinya akan ditanam di ruas – ruas jalan dalam Kota Manna.

“Bahkan  dengan memanfaatkan SDM yang ada di DLKH, kita saat ini sedang melakukan pembibitan bunga Sakura yang juga nantinya akan di tanam di sepanjang jalan. Untuk saat ini, kita tanam dulu di perkarangan kita. Kalau sudah banyak, baru kita pindahkan. Setelah kami menanam bunga ini, kami memintak kepada masyarakat untuk menjaganya. Jangan  dicuri, “harapnya.

Saat ini, pihaknya  melakukan pembibitan tanaman angsana. Pohon ini bermanfaat sebagai pohon pelindung yang diberikan oleh pihak CPO, karena tanaman ini saat banyak kegunaannya. Jumlah tanaman angsana ini, sudah ada pembibitan sekitar 200 batang.

“Kalau  di Ibukota Jakarta, daerah itu sudah melakukan penanaman angsana ini. Karena, tanaman ini mampu menyerap polusi udara yang dikeluarkan oleh CPO itu. Sehingga udara yang dihirup oleh masyarakat sekitar tetap sehat dan bersih. ”  (afa)

BERBAGI: