Masih Ada Anggota Dewan Jarang Ngantor

Featured Mukomuko

RBO >>>  MUKOMUKO >>>  Bukan rahasia lagi, kalau penghasilan seorang anggota DPRD bisa mencapai puluhan juga. Mulai dari gaji pokok hingga berbagai macam tunjangan. Apa yang negara berikan kepada para wakil rakyat itu, semestinya setimpal dengan kinerja yang diperjuangkan untuk rakyat. Minimal konstituen masing-masing. Namun faktanya masih ada anggota dewan yang jarang ngantor.

Ketua DPRD Mukomuko, M. Ali Saftaini, SE mengakui, dari 24 anggota dewan yang aktif saat ini, ada beberapa yang memang jarang ngantor. Ia menyayangkan hal tersebut. Sebab, di tengah kondisi daerah saat ini, ide dan pemikiran seluruh anggota DPRD sangat dibutuhkan. “Memang ada beberapa anggota dewan yang jarang ke kantor. Tapi sewaktu paripurna, mereka datang. Sebenarnya, saya menyayangkan hal itu,” ujarnya kepada radarbengkuluonline.com tadi siang.

Para pimpinan DPRD, kata Ali, sudah menyampaikan harapan kepada seluruh anggota DPRD agar rajin ngantor. Hal itu agar lebih mudah berkoordinasi antar lintas komisi, lintas fraksi maupun lintas anggota dewan.
“Kalau kami selaku pimpinan, menyampaikan harapan seperti itu sudah. Akan tetapi, tindak lanjut dari itu ranahnya Badan Kehormatan (BK) DPRD.”

Dimintai tanggapan soal adanya anggota DPRD yang jarang ngantor, Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Mukomuko, Agus Aswandi yang juga tokoh pemuda Mukomuko mengatakan, menjadi anggota DPRD itu amanah dari rakyat. Rakyat memberikan kepercayaan untuk menjadi wakil di parlemen, tentu dengan dibebani tugas dan fungsi sebagai wakil rakyat.

Tugas Anggota DPRD, lanjut Agus, tidak lepas dari melakukan pengawasan, penganggaran pembangunan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sebagai legislator, dewan juga membuat peraturan daerah, tentu yang berpihak pada rakyat. “Kami sangat berharap, para wakil rakyat dapat menjalankan amanah rakyat itu dengan baik. Rajin ngantor adalah salah satu cerminan anggota DPRD menjalankan tugas itu.”

Khusus untuk kader PAN, ia menekankan agar jangan kendor memperjuangkan aspirasi rakyat. Wujud dari itu adalah rajin ngantor. “Kenapa penting ke kantor? Kalau dewan ada di kantor, rakyat mudah berkomunikasi. Itu salah satu alasan nyatanya.”

Menurut Ketua BK DPRD Mukomuko, Samsudin Sihite, anggota DPRD yang jarang ngantor itu masih dalam batas kewajaran. Kendati demikian, BK juga telah menegur anggota dewan yang masuk katagori jarang ngantor. “Anggota DPRD sampai hari ini masih ngantor, walaupun ada beberapa orang yang agak jarang ngantor, mungkin ada kepentingan lain dan urusan pribadi. Namun kami dari BK masih menganggap itu masih wajar dan bisa ditoleransi. Maklum, kepentingan orang berbeda-beda,” singkat Sihite.

Baik, Ketua DPRD dan Ketua BK, tidak menyebutkan nama oknum anggota dewan Mukomuko yang masuk katagori jarang ngantor ini. (sam)

BERBAGI: