Gas Melon Langka, Masyarakat Bengkulu Mengeluh

Ekonomi & Bisnis Featured

RBO >>>  BENGKULU >>>  Beberapa hari ini masyarakat Kota Bengkulu mengeluhkan sulitnya mendapatkan elpiji subsidi ukuran 3 kg. Tidak hanya di pangkalan, bahkan di warung-warungpun sulit mendapatkan elpiji untuk orang kurang mampu tersebut. Kalaupun ada, harganya bisa melejit hingga Rp 30 ribu pertabung.

Sementara itu, Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR Sumbagsel, Agustina Mandayati mengatakan, saat ini tengah menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan berupaya menurunkan mobilitas masyarakatnya di luar rumah. “Untuk mengantisipasi adanya potensi kenaikan permintaan elpiji 3 Kg bersubsidi di masyarakat bulan September 2021, Pertamina Patra Niaga Sumbagsel tengah menyiapkan extra dropping / penyaluran fakultatif hingga 4% dari alokasi normal atau sekitar 43.000 tabung,” paparnya kepada radarbengkuluonline.com tadi siang.

Kemudian Dia menambahkan sejumlah upaya terus dilakukan untuk menjamin ketersediaan elpiji 3 Kg, Pertamina Patra Niaga terus meninjau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan ketersediaan dan pendistribusian elpiji 3 Kg bersubsidi berjalan lancar. “Saat ini penyaluran elpiji 3 Kg bersubsidi berjalan normal dan disesuaikan dengan kuota yang ditetapkan Pemerintah.”

  Agustina Mandayati mengungkapkan, untuk memastikan ketersediaan elpiji 3 Kg, tengah dilakukan berbagai langkah antisipasi untuk dapat melayani kebutuhan elpiji masyarakat, melakukan langkah pengamanan dan pemantauan suplai, berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), aparat setempat hingga Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) serta Agen. “Ketersediaan elpiji di Kota Bengkulu saat ini dilayani oleh 4 Agen dan 356 Pangkalan resmi.”

 Pertamina Patra Niaga selalu berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, terlebih pada produk subsidi seperti elpiji 3 Kg ini yang peruntukannya bagi rumah tangga miskin serta usaha mikro sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No.26 Tahun 2009 tentang Pendistribusian elpiji.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat yang berhak menggunakan elpiji 3 Kg bersubsidi untuk membeli melalui pangkalan resmi agar tepat harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Pemda masing-masing. HET di Kota Bengkulu yaitu sebesar Rp 15.300.

Adapun ciri-ciri pangkalan resmi Pertamina, memiliki plang warna hijau yang mencantumkan nama pangkalan, nomor registrasi, menampilkan Harga Eceran Tertinggi (HET), terdapat kontak pangkalan dan Call Center Pertamina 135. Bagi warga yang memiliki daya beli, Pertamina telah menyediakan elpiji Non Subsidi yang saat ini tersedia dalam kemasan Bright Gas 5,5 Kg dan Bright Gas 12 Kg. Masyarakat dapat memperoleh produk Bright Gas di Agen, Sub Agen/ Pangkalan, serta di sejumlah SPBU hingga outlet modern di Kota Bengkulu.

“Di tengah pemberlakuan PPKM, masyarakat dapat menggunakan fasilitas Pertamina Delivery Service (PDS) untuk memperoleh produk Pertamina yang dapat dilakukan dengan menghubungi kontak Pertamina 135 atau whatsapp dinomor 0811 1350 135.”  (bro)

BERBAGI: