Bahasa Daerah Rejang dan Bahasa Enggano Terancam Punah

Featured Kota Bengkulu

3 Faktor Utama Bahasa Daerah Tidak Akan Punah

RBO >>>  BENGKULU >>>  Kepala Kantor Bahasa Bengkulu, Dra. Yanti Riswara, M.Hum mengatakan, ada tiga faktor utama supaya bahasa daerah tidak akan punah dizaman kecanggihan teknologi sekarang ini. Apalagi sudah ada bahasa daerah di Indonesia yang punah. Menurut data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun mencatat, setidaknya ada 11 bahasa daerah yang punah. Semuanya berasal dari Indonesia bagian timur. Yakni Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara. Maka dari itu, Yanti tidak ingin tiga bahasa daerah yang ada di Provinsi Bengkulu juga ikut punah.

Yanti juga menjelaskan, dari hasil pemetaan bahasa yang dilakukan oleh Badan Bahasa dan Balai/Kantor Bahasa se-Indonesia, terdapat 3 bahasa daerah di Bengkulu. Yaitu bahasa Rejang, bahasa Melayu Bengkulu, dan bahasa Enggano. Bahasa Melayu Bengkulu mencakup dialek Serawai, Pesemah, dan Mukomuko. Hasil penelitian terkait vitalitas (daya hidup), bahasa daerah yang ada di Bengkulu menunjukkan hasil 2 bahasa, yaitu bahasa Rejang dan bahasa Enggano mulai terancam punah. Sementara itu, bahasa Melayu Bengkulu masih aman.

“Untuk menjaga agar bahasa-bahasa daerah yang ada di Bengkulu tidak sampai punah, harus kembali menghidupkan bahasa daerah tersebut dengan melakukan upaya agar generasi muda tetap menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari,” kata Yanti kepada radarbengkuluonline.com , Selasa (27/7).

Menurutnya, ada 3 faktor utama agar bahasa tidak punah. Pertama, pengajaran muatan lokal bahasa daerah. Kedua, setiap keluarga kembali menggunakan bahasa daerah di lingkungan keluarga masing-masing. Dan yang terakhir, ketiga, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mendukung pelestarian bahasa daerah, dengan membuat program-program pembinaan bahasa daerah. Termasuk membuat kamus. “In sya Allah, ketiga itu dilakukan, bahasa daerah tidak akan punah.”  (ach)

BERBAGI: