Gubernur Nobatkan “Batam” Desa Kopi Tangguh Iklim

Ekonomi & Bisnis Featured Lingkungan Pertanian

RBO, KEPAHIANG – Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah, M.MA menobatkan Desa Batu Ampar (Batam) sebagai Desa Kopi Tangguh Iklim atau desa pemerhati lingkungan dalam bertani. Nota kesepakatan sebagai Desa Kopi Tangguh Iklim, dan Konsolidasi Kelompok Perempuan Desa Peduli Perbuhan Iklim dan Pangan ditandantangi langsung Gubernur Bengkulu dalam kunjungannya ke Desa Batu Ampar, Kecamatan Merigi Selasa, (28/1).

Kepala Desa Batu Ampar, Harwan Iskandar, S.PdI mengatakan, Desa Kopi Tangguh Iklim ini dicanangkan sesuai dengan kondisi warga Desa Batu Apmar. Dimana mayoritas warga Desa Batu Ampar ini adalah petani kopi dan kurang lebih 500 hektar wilayah Desa kita merupakan perkebunan kopi. Oleh sebab itu, para petani harus berpikir sebagai petani kopi harus bisa sejahtera, namun dalam bertani tidak boleh mengabaikan alam. Dan kita harus berkontrubusi untuk kelanjutan alam kedepannya. “Tanaman kopi dan semua program petani kopi kita dorong dengan tidak mengabaikan lingkungan, artinya harus peduli dengan lingkungan atau bertani dengan ramah lingkungan,” terangnya.

Para petani harus tangguh terhadap iklim, bagaimana pun harus memperhatikan kestabilan suhu, karena dampak pemasan global ini sangat luar biasa. Karenanya para petani juga harus ikut berkontribusi berkebun dengan tidak merusak lingkungan. Program kopi sabung baik itu dari pemerintah Kabupaten mau pun pemerintah pusat melalui Provinsi Bengkulu sudah dirasakan masyarakat Desa Batu Ampar. “Progres kemajuan kopi Kepahiang sudah luar biasa sejak menerapkan pola stek sambung yang dilakukan masyarakat. Artinya, hasil produksi kopi di Kabupaten Kepahiang ini khususnya di wilayah Desa Batu Ampar terjadi peningkatan,” terangnya.

Namun yang perlu diperhatikan lagi pemerintah yaitu, pengolahan pasca panen. Bagi mana harga kopi kopi ini bisa meningkat, kalau dampak terhadap ekonomi, sampai saat ini masyarakat masih antusias menanam kopi, artinya masih berdampak pada ekonomi. “Harapan kita kedepannya pemerintah bisa kontribusi dalam masalah pemasaran, sehingga harga kopi bisa lebih baik. Demikian juga dengan peningkatan kualitas SDM petani kopi itu sendiri, sehingga bisa mengolah kopi pasca pananen,” demikian.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, mengatakan, dalam pertemuan ini masyarakat sudah mendeklarasikan Desa Batu Ampar sebagai Desa kopi tangguh iklim. Sekali lagi produk lokal yang memang sebagai mata pencarian masyarakat setempat sudah diolah dengan baik, dan ini perlu dukungan dan perhatian dari pemerintah. “Kesadaran masyarakat sudah timbul dengan penuh, bahwa tidak bisa berusaha tanpa melestarikan alam. Ketika iklim berubah maka juga akan berdampak pada aktifikat produk para petani,” imbuhnya.

Sambungnya, kamum perempuan dai Desa Batu Ampar ini sudah jauh komitmennya dalam menjaga lingkungan. Sehingga, prodak kopi yang mereka hasilkan bisa dijamin dalam jangka panjang. Bahkan bisa lebih dari itu, jika lingkungan diperhatikan prodak-prodak lian juga bisa berkembang lebih baik. “Kelembagaan kelompok perempuan di Desa Batu Ampar ini sudah bergerak. Mengumpul ibu-ibu dalam sebuah organisasi dan memikirkan kelanjutan lingkungan dengan menghasilkan produk ini tidak mudah, ini luar biasa. Dan Desa ini bisa menjadi desa percontohan bagaimana mengangkat prodak lokal dengan memiliki nilai lebih. Tadi sudah saya sampaikan kalau prodak kopi di desa sudah biasa, tetapi kalau prodak kopi dengan memperhatikan lingkungan dan ramah lingkungan pasti memiliki nilai point lebih,” demikian.(ide)

BERBAGI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.