Catatan 2019: Stop, Asyiknya Oknum Pejabat Mukomuko Bermain Game Online Saat Rapat

Ado-Ado Ajo Featured Mukomuko

TAHUN 2019 telah berakhir, dan kita ucapkan selamat datang tahun 2020. Semoga pada tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.

Sepanjang tahun 2019, sebagai Jurnalis, ada beberapa persoalan di tempat saya bertugas. Yakni di Kabupaten Mukomuko yang sebetulnya “sexy” untuk dijadikan karya tulis. Sebut saja, misalkan suhu politik di daerah ini jelang Pilkada 2020, soal lingkungan, soal proyek mangkrak, dan soal mencuatnya isu kalau Kabupaten Mukomuko kekurangan uang untuk membiayai belanja tahun 2019 lalu, akibatnya, ada dugaan gaji honorer belum dibayar dll.

Tapi bukan hal-hal tersebut di atas yang ingin penulis kemukakan ke publik pada kesempatan ini. Melainkan, persoalan etika pejaba. Dimana beberapa kali, penulis mendapati oknum pejabat bertingkah kurang elok dan tidak menghormati atasan. Berikut uraian Catatan 2019.

SENO AM – Mukomuko

Dalam menjalankan tugas kejurnalistikan, saya acap kali “menyusup” dalam kegiatan pemerintah Kabupaten Mukomuko untuk mendapatkan data. Termasuk saat para pejabat melaksanakan rapat internal, baik bersama Bupati, Wabup atau pejabat tinggi lainnya.

Pada saat meliput di rapat internal pemerintahan inilah, saya memergoki oknum pejabat melakukan tindakan tidak elok, kurang sopan dan tidak patut dilakukan oleh seorang pejabat pemerintahan. Adalah seorang oknum pejabat yang terus asyik bermain game saat rapat berlangsung. Tidak hanya sekali penulis memergoki oknum pejabat ini bermain game saat rapat, tapi beberapa kali.

Kejadian itu ke semuanya penulis saksikan di ruang rapat Setdakab Mukomuko. Pertama melihat, saya cuek. Kedua kalinya, saya coba memotret ulah oknum pejabat itu, dan hal yang sama terjadi lagi untuk ketiga, keempat kali dan seterusnya.

Game yang dimainkan sama. Walaupun penulis tidak tahu jenis game apa yang dimainkan oleh oknum pejabat itu, sedikit saya gambarkan, gamenya mirip seperti permainan domino atau gaple. Hanya saja dimainkan melalui Android. Apakah itu game online atau hanya aplikasi? penulis kurang tahu. Termasuk apakah permainan gadged ini terkoneksi dengan perjudian online? penulis juga tidak tahu persis.

Mulanya penulis menganggap hal ini tidak menarik untuk diberitakan dan tidak penting untuk masyarakat. Toh ini soal pribadi oknum pejabat yang kebetulan hobi bermain game. Namun setelah dipikir-pikir lagi, apa jadinya dengan organisasi atau lembaga pemerintah, jika ulah pimpinanya hanya bermain game? Tidak dapat dibayangkan bagaimana ia mengendalikan lembaga yang ia pimpin jika kerjaannya terus menerus bermain game. Apalagi, oknum pejabat yang penulis maksud ini, sedang menjabat posisi tertinggi disebuah organisasi pemerintah Kabupaten Mukomuko yang cukup vital. Yang langsung bersentuhan kepada masyarakat dalam menjalankan tugas pelayanan.

Selain itu, etika seorang ASN (Aparatur Sipil Negara) haruslah patuh dan hormat kepada atasan. Menurut penulis, menyimak, mendengarkan dan memperhatikan serta menerima masukan atasan pada saat rapat, merupakan sebuah kepatuhan dan bentuk rasa hormat ASN kepada atasan.

Sebaliknya, jika pada saat rapat, sikap yang dilakukan cuek, melakukan aktifitas lain, bahkan ini melakukan aktifitas tidak penting seperti bermain game, tentu itu sikap yang tidak sopan dihadapan atasan dan forum rapat. Oleh sebab itu, akhirnya saya putuskan untuk mengabarkan hal ini kepada publik, agar kedepan semua masyarakat bisa sama-sama mengawasi tindak tanduk pejabat yang nyeleneh seperti kejadian yang penulis temukan.

Penulis sengaja tidak membuka identitas oknum pejabat yang dimaksud secara terang benderang. Dengan harapan tulisan ini bisa dibaca langsung atau paling tidak diketahui oleh yang bersangkutan sebagai bahan evaluasi diri untuk menjadi yang lebih baik lagi kedepan.

Penulis juga berharap, ada tindakan yang diambil Bupati Mukomuko, setidaknya menegur yang bersangkutan. Jika tidak, dikhawatirkan, oknum pejabat yang dimaksud tidak konsentrasi melaksanakan tugas yang diamanatkan karena terlalu asyik bermain game. Atau Bupati bisa mengubah pola rapat. Misalkan, meminta peserta rapat meletakan semua handpone di atas meja. Dengan harapan mata dan pikiran peserta rapat tidak “berselingkuh” dengan segala aktifitas di handpone dan bisa fokus pada materi rapat.

Sebagai penutup tulisan ini, izinkan saya menyampaikan pesan Bupati Mukomuko, H. Choirul Huda, SH di penghujung 2019 lalu. Kata Bupati, “Tahun 2020 harus lebih baik dari tahun 2019”. Tentulah tulisan ini saya maksudkan untuk perbaikan bersama, sekaligus sebagai salam pembuka saya di Tahun 2020, dalam rangka menjalan tugas sebagai jurnalis.(***)

BERBAGI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.